Tampilkan postingan dengan label real estate. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label real estate. Tampilkan semua postingan

Pasar Property Marak di 2010

JAKARTA - Aktivitas sewa dan pembelian properti diperkirakan baru akan marak pada tahun depan.Saat ini,konsumen masih menunggu situasi yang benar-benar aman untuk melakukan investasi.

"Selama 2009,calon konsumen masih wait and see. Komitmen dari calon tenantjuga kebanyakan baru terealisasi pada 2010," kata Chairman Jones Lang LaSalle Indonesia Lucy Rumantir di Jakarta kemarin. Menurut dia, pada tahun ini, meskipun kondisi perekonomian nasional menunjukkan perbaikan dan mengarah pada kinerja yang positif,calon konsumen masih tetap ingin memastikan saat yang tepat dan tidak ingin mengambil risiko.

Dari data konsumen yang berhubungan dengan Jones Lang LaSalle, diketahui sudah terdapat komitmen untuk melakukan kegiatan sewa dan pembelian pada 2010 mendatang. Sementara pada 2009, mereka baru mengutarakan minatnya dan baru akan terealisasi pada tahun depan.

Lucy mengatakan, pasar properti 2009 secara umum mengalami penurunan permintaan karena kondisi ekonomi yang melemah akibat krisis global. Namun, dia mengatakan akan bangkit mengikuti pertumbuhan ekonomi."Dari segi harga, properti berpotensi rebound pada 2010,"kata dia. Menurut dia, subsektor yang diperkirakan mengalami pemulihan paling awal adalah perkantoran komersial.

Kemudian diikuti subsektor pusat perbelanjaan sewa dan apartemen sewa.Keduanya diperkirakan akan mengalami pertumbuhan sampai 2011. Sementara untuk pasar kondominium dianggap sebagai pasar yang paling elastis terhadap perubahan ekonomi, khususnya yang menyangkut kecenderungan suku bunga.

"Seiring dengan penurunan suku bunga pinjaman dan deposito, tingkat penjualan dan minat investasi di subsektor ini diperkirakan akan meningkat secara signifikan tahun depan,"katanya. Lucy mengatakan, dengan tingkat pertumbuhan yang berbedabeda di setiap sektor,investor perlu lebih jeli dalam membaca arah perkembangan pasar serta menganalisis kompetisi.

Untuk itu,yang perlu dilakukan adalah mempersiapkan strategi dan antisipasi yang tepat guna memanfaatkan secara maksimal gelombang pertumbuhan ini. Sementara itu, Head of Research Jones Lang LaSalle Indonesia Anton Sitorus mengatakan, sampai akhir semester I-2009, pasar properti masih diselimuti penurunan permintaan di hampir semua sektor."Sebagai contoh, perkantoran di CBD (central business district) mengalami penurunan terbesar hingga 70 persen selama semester I," katanya.

Dia menjelaskan, tingkat penurunan ini sudah diperkirakan sebelumnya,yakni sebagai dampak dari krisis ekonomi global.Kondisi ini berimbas pada melemahnya ekonomi dalam negeri sehingga pasar properti kemungkinan akan mengalami pertumbuhan yang rendah sampai akhir 2009.

Namun, Anton menjelaskan, seiring kondisi perekonomian yang membaik,yang terindikasi dengan mulai bangkitnya indeks harga saham gabungan (IHSG) dengan pertumbuhan tertinggi di bawah China, nilai tukar rupiah juga mengalami penguatan paling tinggi dibandingkan dengan mata uang regional.

Sementara itu, pengamat properti Panangian Simanungkalit mengatakan, tahun ini merupakan masa transisi di sektor properti nasional untuk menuju masa kebangkitan pada 2010 nanti. "Tahun 2009 adalah masa pemulihan untuk menuju sektor properti yang lebih bergairah di tahun mendatang," katanya.

Menurutnya, alasan bahwa 2010 diyakini sebagai tahun kebangkitan adalah terbentuknya kabinet baru oleh pemerintah yang menandakan pemerintah akan mulai bekerja dengan semangat baru. Demikian pula dengan tingkat suku bunga bank yang diperkirakan semakin rendah dan kondisi ekonomi dunia yang pada 2010 diperkirakan pulih sehingga akan ikut memicu properti nasional semakin bergairah.
READ MORE - Pasar Property Marak di 2010

AGENT PROPERTI MANFAATKAN KRISIS

Agen Properti Manfaatkan Krisis



JAKARTA, (PRLM).- Krisis keuangan global yang imbasnya makin terasa, memberi peluang bagi agen properti lokal untuk meraup pangsa pasar lebih besar. Sebelum krisis terjadi, agen properti asing menunjukkan dominasinya di industri perumahan tersebut.

“Kami menargetkan meraih omzet lebih besar dan bisa menambah jaringan kantor cabang,” kata Dirut Indoproperty Real Estate, Hary Jap seusai penandatangan perjanjian waralaba (franchise agreement) untuk lima cabang, di Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, agen properti asing di Indonesia berpusat di Amerika Serikat dan Australia. Para broker asing di bisnis perumahan itu di antaranya Ray White, ERA, Century 21, dan LJ Hooker.

Menurut Hary, dengan adanya krisis ini, sudah saatnya industri properti dipimpin oleh perusahaan asli Indonesia yang juga dipimpin orang Indonesia. “Tentunya yang memiliki kemampuan berpikir global tapi tidak melupakan prinsip bahwa seharusnya banyak ilmu lokal yang sangat berharga untuk di ekspos,” katanya.

Diakui, kendati berasal dari lokal, namun kualitas operasional dan sistem manajemen yang dikembangkan perusahaan lokal dapat lebih terpantau sekaligus memberikan peluang yang lebih besar bagi tenaga pemasar.

“Tahun ini kami targetkan 28 kantor yang akan dioperasikan dengan market share Pulau Jawa yang mencapai 90 persen. Kami yakin bisa meraih Rp 750 miliar pada tahun ini,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua DPP AREBI (Asosiasi Realestat Broker Indonesia) Tirta Setiawan mengakui, krisis finansial global sudah membuat banyak pekerja dirumahkan atau bahkan di-pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Sebagian dari mereka akhirnya memilih membuka usaha sendiri menjadi broker, alias agen penjual properti. Agar lebih profesional, mereka akan ditertibkan melalui tahapan sertifikasi,” katanya.

Menurut dia, setidaknya ada sekitar 500 perusahaan yang bakal ditata, karena sejak krisis banyak sekali agen properti yang bermunculan. (A-78/A-26).***

sumber : www.pikiran-rakyat.com
READ MORE - AGENT PROPERTI MANFAATKAN KRISIS

PROPERTI BNI Dukung REI ke Ajang Internasional

PROPERTI
BNI Dukung REI
ke Ajang Internasional

JAKARTA (Suara Karya): Bank Nasional Indonesia (BNI) mendukung para pengembang terbaik Indonesia anggota Real Estate Indonesia (REI) untuk mengikuti ajang internasional yang diselenggarakan Badan Real estat Dunia (FIABCI) di Bali, Mei 2010. Dukungan BNI dalam program itu sebagai bentuk apresiasi kepada pengembang.
“Penghargaan itu, tidak sekedar ajang kontes kecantikan (beauty contest) dari proyek properti, karena dipilih juri yang profesional, sehingga proyek yang dinilai harus memiliki standar internasional,” kata Direktur Konsumer BNI, Darwin Suzandi kepada pers, di Jakarta, kemarin.
Didampingi oleh Ketua Umum REI Teguh Satria, dia mengatakan, konsumen lebih menyukai properti yang berkualitas. Kompetisi ini, kata dia, akan mendorong pertumbuhan disektor properti.
Sementara Teguh mengatakan, pengumuman pemenang dibagi ke dalam 10 kategori dan akan disampaikan Jumat malam (11/12) untuk kemudian diajukan ke pertemuan FIABCI di Bali.
Kesepuluh kategori ini, kata Teguh, meliputi rumah sederhana sehat, rumah menengah, rumah mewah, rusun menengah, apartemen mewah, gedung perkantoran, pusat belanja, master plan, town house, dan kategori khusus.
Dijelaskan Teguh, FIABCI (the Federation Internasionale des Administrateurs de Biens Conseils et Agent Immobiliers) merupakan organisasi real estat dunia yang anggotanya terdiri atas pengembang rumah, apartemen, hotel/resort, gedung, serta bangunan lainnya.
Organisasi tersebut setiap tahun menyelenggarakan pertemuan dan memilih pengembang terbaik di masing-masing negara.
Karena itu, kata Teguh, pihaknya mengharapkan proses seleksi yang dipercayakan pada pengurus REI, Pingki Pangestu melalui tim juri yang profesional, proyek properti yang diperoleh nantinya tidaklah memalukan untuk dibawa ke ajang internasional.
Dilanjutkan Darwin, dalam proses KPR/KPA BNI sangat ketat dalam memilih proyek agar jangan sampai dibangun di atas lahan produktif serta yang lebih penting untuk di kota besar apakah sudah memenuhi standar Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Melalui BNI Griya pihaknya sudah banyak mendukung sektor properti di Indonesia, yang sampai akhir September 2009 outstanding KPR BNI Griya mencapai Rp7,8 triliun. (Novi) ( Sabtu, 12 Desember 2009 )

Sumber : www.suarakarya-online.com
READ MORE - PROPERTI BNI Dukung REI ke Ajang Internasional

INDOSTRIAL AGENT OF INDONESIA

apartemen mewah, gedung perkantoran, indonesian real estate, master plan, properti, proyek properti, pusat belanja, real estate, real estate dunia, real estate indonesia, REI, rumah menengah, rumah mewah, rumah sederhana sehat, rusun menengah, sektor properti, town house
READ MORE - INDOSTRIAL AGENT OF INDONESIA