Tampilkan postingan dengan label industri properti. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label industri properti. Tampilkan semua postingan

KONSEP GUDANG LOGISTIK

Lay out adalah gambar sistematik Gudang yang akan dipergunakan didalam aktifitas sesungguhnya yang akan memberikan kemudahan didalam operasional dan kecepatan didalam pelayanannya. Rencana pembuatan lay out Gudang utamanya Gudang logistik harus dikonsultasikan ke pusat untuk mendapatkan hasil optimal. Konsep lay out Gudang adalah menghindari pekerjaan yang bolak-balik didalam Gudang dan menempatkan peralatan/barang sesuai dengan karakteristiknya.


Lay out Gudang secara umum terdiri:


• Pintu masuk barang dan pintu keluar barang


• Tempat pengecekan terima barang


• Tempat penyimpanan barang yang disesuaikan dengan karakteristiknya (barang yang paling sering keluar ditempatkan dekat dengan pintu keluar barang misalnya).


• Tempat proses penyimpanan barang


• Ruangan administrasi gudang


• Parkir armada pengiriman



A. PINTU KELUAR ATAU MASUK BARANG


Pintu keluar atau masuk barang merupakan akses dari luar Gudang ke dalam Gudang atau sebaliknya. Akses ini merupakan titik penting untuk jaminan keamanan kehilangan barang. Jika memungkinkan, pintu untuk barang dipisahkan dengan pintu untuk karyawan.


Tujuan Pemisahan pintu masuk dan pintu keluar untuk memastikan kemudahan didalam penanganan barang dan sekaligus menjamin keamanan barang yang masuk dan keluar serta terpisah dari keluar masuknya karyawan.


B. LOKASI PENGECEKAN TERIMA BARANG
Pengecekan terima barang adalah aktifitas yang dilakukan pada saat penerimaan barang untuk memastikan bahwa barang diterima sesuai dengan dokumen pengirimannya (DO, DN, Faktur dll).


C. PENGECEKAN KIRIMAN BARANG
Pengecekan kirim barang adalah aktivitas yang dilakukan pada saat barang akan dikirimkan untuk memastikan bahwa barang dikirim sesuai dengan surat pengirimannya (DN, DO, Surat Jalan dll) dan telah dilengkapi dengan dokumen yang benar.


D. KARTU STOCK
Kartu stok harus disiapkan untuk 1 barang mendapatkan 1 kartu stok. Kartu stok harus diisi setiap kali dilakukan penerimaan barang atau pengambilan barang tersebut lengkap dengan tujuan pengambilannya dan siapa yang mempersiapkan.


E. PENYIMPANAN BARANG BERSUHU
Kemampuan dan standar penyimpanan yang tinggi harus menjadi patokan dan target yang harus dicapai bagi setiap Gudang. Barang - barang yang harus disimpan didalam ruangan bersuhu memiliki karakteritik yang unik dan hanya bisa ditangani didalam ruangan yang memiliki suhu yang sesuai. Barang yang disimpan dikondisi ini biasanya berupa obat-obatan. Data mengenai berapa suhu yang penyimpanan yang sesuai dapat dilihat disetiap kemasan barangnya.


Jenis Penyimpanan bersuhu :




a) Suhu cold : 15oC - 25oC di ruangan dengan AC standar.


b) Suhu chiller : 2oC - 8 oC dilakukan di cold chiller.


c) Suhu Freezer : - 20oC dilakukan di freezer.


F. PENYIMPANAN BARANG TIDAK BERSUHU


Penyimpanan tidak bersuhu adalah penyimpanan barang-barang yang tidak memerlukan perlakuan suhu khusus.


Yang diperlukan didalam penyimpanan barang tidak bersuhu adalah aliran udara yang baik sehingga suhu yang ada didalam ruang tidak lebih panas dibandingkan dengan suhu luar ruangan.


G. PENYIMPANAN BARANG RUSAK/KADALUARSA


Barang rusak/kadaluarsa perlu ditangani dengan baik dikarenakan barang tersebut masih memiliki nilai yang sama dengan baik. Barang rusak/kadaluarsa harus dipisahkan dari barang baik untuk menjaga mutu dan kejelasan administrasi didalam suatu lokasi/ ruangan atau lokasi yang terpisah.


H. PAKAIAN DAN FASILITAS KERJA


Dalam aktifitas sehari-hari, staf Gudang memiliki pakaian dan fasilitas kerja yang harus dikenakan setiap saat. Fasilitas kerja ini dikaitkan dengan keamanan, keselamatan dan kesehatan didalam bekerja dan merupakan bagian yang menjadi tanggungjawab dari staf logistik untuk memastikan dipergunakan/dilaksanakan setiap saat selama berada didalam Gudang


Fasilitas yang diberikan antara lain:


• Baju seragam


• Sepatu kerja


• ID card.


I. ATAP


Atap Gudang merupakan sarana penting untuk menghindari kerusakan barang-barang yang disebabkan oleh air hujan, angin dan sinar matahari yang berlebihan. Atap Gudang juga berfungsi untuk menjaga keamanan barang-barang dari tindak pencurian


J. DINDING ATAU TEMBOK


Dinding Gudang adalah bagian penting didalam pelaksanaan aktifitas pergudangan logistik. Keberadaan dinding akan memberikan rasa aman dan jaminan kesegaran terhadap barang-barang dan orang yang bekerja didalamnya.


Dinding Gudang haruslahbersifat permanen, aman dan tahan terhadap gangguan secara umum


K. LANTAI


Lantai sebagai dasar dari perGudang an memiliki peranan dalam menjaga kebersihan dari debu dan keamanan barang dari gangguan binatang yang ada di dalam tanah.


Lantai Gudang harus memiliki kekerasan minimal yang dapat menjamin keberadaan barang diatasnya tidak terperosok atau amblas.


L. PINTU GUDANG


Pintu gudang merupakan sarana yang memberikan rasa aman pada saat Gudang dalam keadaan tertutup. Pintu harus memiliki kekuatan yang seimbang antara panjang dan tingginya. Bahan pintu harus mampu menjadi pegangan kunci yang dipasang didalamnya.


Jenis-jenis pintu:


1. Pintu kayu-pintu yang digunakan untuk penghubung antara Gudang dingin dan Gudang non dingin dan kantor principal


2. Pintu besi yang berteralis dan berkawat - pintu yang digunakan untuk pintu penerimaan barang, pintu antara gudang dengan kantor


3. Pintu rolling penerimaan barang, pintu yang dipergunakan untuk penerimaan barang


M. SIGNAGE (PAPAN PETUNJUK)


Signage atau papan petunjuk adalah perlengkapan yang harus ada didalam Gudang guna mempermudah staff dalam menjalankan tugas - tugasnya ditempat yang benar.


Signage ini harus dipasang ditempat yang sesuai dengan maksud yang ada didalamnya dan dipasang ditempat yang strategis sehingga dapat dilihat dengan mudah oleh semua orang.


N. RAK.


Rak merupakan perlengkapan utama yang harus ada didalam gudang.


Rak gudang haruslah tahan lama, bersih dan mudah untuk disesuaikan dengan kondisi Gudang yang ada.


O. PALLET


Pallet adalah perlengkapan gudang untuk menjamin barang tidak bersentuhan langsung dengan lantai serta mempermudah pergerakan barang didalam Gudang. Pallet yang dipergunakan berasal dari kayu tanpa adanya pengikat bawah.


P. HAND PALLET


Hand Pallet adalah alat bantu memindahkan pallet yang dioperasikan secara sederhana dan mudah. Alat ini sangat berguna untuk mempercepat kelancaran penerimaan barang dan penyiapan barang yang akan dikeluarkan. Sebaiknya setiap Gudang memiliki minimal 1 hand pallet agar dapat dihasilkan kemudahan dalam bekerja dan peningkatan produktifitasnya. Alat ini harus didukung dengan kondisi lantai penerimaan, penyimpanan dan area pengiriman yang landai relative halus.


Q. LAMPU


Lampu diperlukan didalam Gudang untuk memberikan penerangan yang cukup didalam pekerjaan menangani barang-barang Lampu yang ada haruslah memberikan cahaya yang cukup dengan daya yang rendah. Ada baiknya disiapkan penerangan dari asbes plastik yang dipasang pada atap Gudang dengan tetap memperhatikan keamanannya.


R. VENTILASI


Ventilasi adalah perputaran udara didalam Gudang sehingga udara menjadi selalu segar. Ventilasi hanya diperkenankan digunakan di Gudang non suhu dan ruangan kerja yang tidak mempergunakan mesin pendingin (AC)


Pembuatan ventilasi harus mempertimbangkan unsur keamanan dan keselamatan kerja. Tidak direkomendasikan Gudang mempergunakan van gantung dengan alas an keselamatan kerja


S. TELEKOMUNIKASI


Telekomunikasi adalah sarana hubungan antara pusat dengan daerah termasuk dengan ORARI. Telekomunikasi harus berlangsung dengan cepat, langsung dan sesuai dengan pesan yang disampaikan.


Setiap bagian di gudang harus memiliki sarana komunikasi berupa email, telepon atau radio panggil.


T. MEJA KERJA DAN KURSI KERJA


Meja dan Kursi kerja diberikan kepada staf logistik yang memang benar-benar memerlukan dan jika perlu dapat dilakukan dengan cara share/bersama-sama. Tidak semua staf logistik harus memiliki meja kerja sendiri-sendiri


U. PEST CONTROL


Pest Control adalah aktifitas pencegahan serangga, tikus dan sejenisnya yang jika tidak dilakukan dapat menyebabkan kerusakan pada barang baik secara fisik maupun kualitas serta dapat berpengaruh negatif pada kesehatan staff gudang.


Pest Control dilakukan oleh perusahaan penyedia jasa pest control yang memiliki kemampuan didalam bidangnya atau dilakukan sendiri dengan cara mempersiapkan peralatan penangkap tikus beserta racunya dan ditempatkan disetiap pintu masuk/keluar.


V. PEMADAM KEBAKARAN


Peralatan pemadam kebakaran harus tersedia setiap saat ditempat-tempat yang strategis dan mudah dijangkau oleh staff. Alat Pemadam Api Ringan (APAR) merupakan peralatan yang wajib dimiliki oleh setiap Gudang.


Pengadaan peralatan ini harus dilakukan dengan kerja sama antara Gudang dengan kantor dinas pemadam kebakaran setempat.


W. ALAT-ALAT KEBERSIHAN


Kebersihan adalah budaya dasar manusia yang wajib dijunjung tinggi dan dilestarikan. Dengan menjaga standar kebersihan yang tinggi, satu masalah dasar sudah berhasil diatasi, yakni kerusakan barang dikarenakan debu, kotor dan kemungkinan staf terjangkit penyakit karena kondisi Gudang dan barang yang tidak bersih.


Jadual kebersihan hendaknya dibuat dan ditempel didinding Gudang agar setiap staff tahu tugasnya masing-masing.


X. SECURITY DAN ALARM


Keamanan yang baik akan memberikan ketenangan dan kenyamanan dalam bekerja. Keamanan harus diciptakan sebaik mungkin dengan jaminan yang tinggi terhadap barang dan staf yang bekerja.


Y. DETEKTOR ASAP DAN PANAS


Detektor Asap dan Panas diperlukan untuk memantau kondisi dalam Gudang. Jika detector memberikan tanda (alarm), maka sesuatu sedang terjadi yang berkaitan dengan asap atau panas (potensi kebakaran)


Z. ARMADA PENGIRIMAN


Armada pengiriman adalah armada yang dipergunakan oleh team logistik untuk mengirimkan barang kedaerah/gudang tujuan.


AA. PELAPORAN KINERJA (KPI)


KPI (Key Performa Indicator) adalah pengukuran ketercapaian standard yang ditentukan oleh departemen.


Pelaporan KPI dilakukan dengan cara mencantumkan data-data yang ditentukan dipapan pengumuman (board) agar seluruh team mengetahui.


BB. JAM TERIMA BARANG


Jam terma barang adalah jam kerja yang telah disiapkan untuk menerima barang dari pihak luar


Penerimaan akan disiapkan ABG atau staf bongkar barang yang dapat dibantu juga oleh karyawan transportasi yang mengirimkan barang..


Sumber : "http;//logistikindonesia.blogspot.com"




Del.icio.us : , , , , ,

READ MORE - KONSEP GUDANG LOGISTIK

PEMERINTAH HARUS BERI KEPASTIAN KEPADA BROKER PROPERTY

Pemerintah Harus Beri Kepastian Hukum Kepada Broker Properti



Pemerintah harus segera menciptakan kepastian hukum dalam bisnis broker properti mengingat kondisinya sudah mengkhawatirkan karena di kalangan broker sudah terjadi “main kayu” (kecurangan).

“Upaya melalui kode etik broker, ternyata tidak membuat ‘kekacauan’ dalam industri broker properti lantas punah,” kata Ketua umum Asosiasi Realestat Broker Indonesia (Arebi) Tirta Setiawan di Jakarta, Rabu (30/08).

Padahal industri broker properti menjanjikan potensi yang luar biasa. Untuk penyerapan tenaga kerja misalnya, saat ini tak kurang dari 354 perusahaan agen properti.

Jika satu perusahaan broker properti memiliki 10 agen saja, maka sudah ribuan tenaga kerja terserap di situ. Dari hitungan Tirta, saat ini ada 6000-an agen properti.

Dari sisi ekonomi, data Arebi menunjukan transaksi penjualan properti yang memanfaatkan jasa broker sebesar Rp20 triliun. “Tapi itu baru angka yang terdata jelas. Karena banyak transaksi yang tidak dilaporkan dan diperkirakan nilai mencapai 100 bahkan 400 kali lipat dari transaksi yang tercatat,” jelas Tirta.

Menurut Tirta, kasus transaksi jual beli properti “bawah tangan” atau yang tidak dilaporkan hanya satu dari sekian banyak masalah yang melingkupi industri broker properti.

Masalah lain yang juga sulit dituntaskan adalah dana transaksi yang menguap atau dibawa kabur agen penjual. Belum lagi, adanya developer nakal yang enggan membayar komisi transaksi. Dengan beragam alasan, developer berusaha menghindari kewajibannya membayar komisi dari transaksi penjualan properti.

Ada juga yang lebih menyusahkan, setelah konsumen membayar uang muka dan cicilan, pengembangnya tidak membangun proyek yang dijanjikan. Padahal kontrak sudah diteken. Konsumen pasti komplainnya ke broker,” tandas Tirta.

Sebenarnya, Arebi sudah berupaya mengatasi masalah-masalah yang ada di seputar bisnis broker. Untuk agen yang nakal misalnya, para pemilik lisensi atau pengelola kantor manajemen broker bisa memecat agen yang nakal.

Hanya saja, agen properti yang nakal tidak bisa di-blacklist atau terkena sanksi hukum lain. “Mereka bisa dengan enaknya berpindah dari satu kantor ke kantor lain,” ujar Darmadi Dharmawangsa, Sekretaris Jendral Arebi.

Sementara itu, Ketua Umum Realestat Indonesia (REI) Lukman Poernomosidi saat berbicara dalam Seminar Sehari Arebi yang bertema “Sosialisasi Kebijakan Pembinaan Bisnis Broker Properti” di Hotel Ciputra, Rabu (30/08) menyatakan, kalangan developer sebenarnya sangat membutuhkan keberadaan agen properti untuk menjadi ujung tombak pemasaran produk properti.

Oleh sebab itu, jika ada masalah antara developer dan broker, itu merupakan bukti perlunya peningkatan profesionalisme diantara pengembang dan broker.

Untuk mencari solusi dari banyak masalah, Arebi lantas meminta Departemen Perdagangan untuk membuat regulasi yang bisa menjadi patokan bisnis ini. Salah satu bagian dari regulasi tersebut adalah adanya syarat sertifikasi bagi agen properti.

Hanya saja sejauh ini, regulasi tersebut masih menyangkut di Departemen Perdagangan.

Menurut Direktur Jendral Perdagangan Dalam Negeri Depdag Ardiansyah, sebenarnya regulasi untuk industri broker sudah tercantum dalam Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD) tahun 1933.

Disitu disebutkan, makelar atau yang sekarang disebut broker, diangkat oleh Gubernur Jendral Belanda. Makelar tidak mengambil bagian dari transaksi, tapi melaksanakan amanat majikan dan dibayar berdasarkan jasanya,” Kata Ardiansyah.

Jadi, ada regulasi tentang bisnis broker di Indonesia. Hanya saja, Ardiansyah mengakui KUHD memang harus diperbaharui. Alasannya, saat ini masalah yang muncul dalam bisnis broker sangat banyak seperti soal pembajakan SDM, soal banting harga komisi, sampai belum adanya sertifikasi kompetensi.

Tapi soal kode etik, papar Ardiansyah, memang cukup dikeluarkan oleh asosiasi saja.

Meski memaparkan panjang lebar, namun Ardiansyah tidak berani menargetkan kapan pemerintah akan mengeluarkan regulasi tentang sertifikasi broker.

Hal senada diungkapkan oleh Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu, menurutnya, regulasi soal sertifikasi broker masih terus dalam penggodokan di kantornya.

Menanggapi ketidakjelasan sikap pemerintah dalam soal regulasi sertifikasi, Tirta Setiawan menegaskan, pihaknya akan mengundurkan diri dari posisi pengurus Arebi jika regulasi sertifikasi tidak keluar tahun ini. “Saya kecewa kalau tahun ini belum juga keluar,” tegasnya.

Menurut Tirta, adanya SK Mendag tentang Sertifikasi dan SK Mendag tentang Pengawas Profesi, akan meningkatkan pemasukan bagi negara dalam soal pajak.

Adanya sertifikasi dan pengawasan profesi membuat agen yang nakal bakal mendapat sanksi. Dengan begitu transaksi gelap bisa dikurangi. Dan transaksi yang jelas kan berarti penambahan pemasukan dari sektor pajak,” tandasnya. (*/lpk)
READ MORE - PEMERINTAH HARUS BERI KEPASTIAN KEPADA BROKER PROPERTY